Mengapa heboh informasi mudah menyebar di era digital? Pertanyaan ini seringkali muncul ketika kita melihat betapa cepatnya sebuah informasi dapat menyebar luas dalam waktu singkat di era digital seperti sekarang ini. Dengan adanya platform-platform media sosial dan berita daring yang dapat diakses dengan mudah oleh siapa pun, informasi pun dapat dengan cepat dan mudah disebarkan tanpa adanya filter atau verifikasi yang jelas.
Menurut pakar media sosial, Dian Nurmayanti, fenomena ini dapat terjadi karena adanya faktor viralitas dalam dunia digital. “Ketika sebuah informasi atau berita dianggap menarik atau kontroversial, orang cenderung untuk segera membagikannya kepada orang lain. Hal ini kemudian memicu efek domino di mana informasi tersebut akan menyebar dengan cepat dan luas,” ujar Dian.
Tak hanya itu, keberadaan algoritma dan fitur-fitur di media sosial juga turut memainkan peran dalam penyebaran informasi yang heboh. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard, algoritma di media sosial cenderung memprioritaskan konten-konten yang kontroversial atau mengundang reaksi emosional dari pengguna. Hal ini membuat informasi yang bersifat heboh atau provokatif lebih mudah untuk menyebar daripada informasi yang bersifat faktual dan mendalam.
Selain itu, tingginya tingkat konsumsi konten digital oleh masyarakat juga turut berkontribusi dalam penyebaran informasi yang heboh. Menurut data yang dirilis oleh We Are Social dan Hootsuite, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat penggunaan media sosial yang tinggi di dunia. Hal ini membuat informasi yang diunggah di platform-platform tersebut memiliki potensi untuk menyebar dengan cepat dan luas.
Namun, perlu diingat bahwa meskipun informasi mudah menyebar di era digital, kita sebagai pengguna juga memiliki peran penting dalam memfilter informasi yang masuk. Sebelum membagikan sebuah informasi, ada baiknya untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu mengenai kebenaran informasi tersebut. Sebagaimana yang diungkapkan oleh pakar media sosial, Antonius Adi Nugroho, “Kita sebagai pengguna media sosial harus bijak dalam menyikapi informasi yang kita terima dan bagikan, agar tidak terjebak dalam penyebaran informasi yang hoaks atau menyesatkan.”
Dengan kesadaran dan kehati-hatian dalam menggunakan media sosial, kita dapat membantu mengurangi penyebaran informasi yang heboh dan tidak benar di era digital ini. Semoga dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai fenomena ini, kita dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan terpercaya.
