Tren informasi viral di kalangan milenial memang selalu menarik untuk dibahas. Apa sih yang sebenarnya membuat mereka begitu tertarik pada hal-hal yang sedang trending? Apakah faktor-faktor tertentu yang membuat mereka begitu antusias mengikuti informasi yang sedang viral?
Salah satu faktor yang membuat tren informasi viral begitu menarik bagi kalangan milenial adalah keinginan untuk tetap terhubung dengan teman-teman mereka. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Pew Research Center, sebanyak 82% milenial mengaku bahwa mereka menggunakan media sosial untuk tetap terhubung dengan teman-teman mereka. Dengan begitu, tidak heran jika mereka begitu aktif mengikuti informasi-informasi yang sedang viral di media sosial.
Selain itu, menurut pakar media sosial, Sarah Roberts, PH.D., tren informasi viral juga dapat dijadikan sebagai bentuk ekspresi diri bagi milenial. Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, Roberts menyebutkan bahwa “milenial seringkali menggunakan informasi yang sedang viral sebagai cara untuk mengekspresikan diri mereka, baik itu melalui meme, video, atau tulisan-tulisan yang mereka bagikan di media sosial.”
Namun, tidak semua informasi viral yang menarik perhatian milenial adalah hal yang positif. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard, sebanyak 65% milenial mengaku bahwa mereka seringkali terpapar oleh informasi palsu atau hoaks yang sedang viral di media sosial. Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh penyebaran informasi palsu.
Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, milenial perlu bijak dalam menyaring informasi yang mereka terima. Sebagaimana yang diungkapkan oleh pakar psikologi, Prof. Dr. Harris Pranowo, “Milenial perlu belajar untuk kritis dalam menyikapi informasi yang mereka dapatkan di media sosial, agar tidak terjebak dalam informasi yang tidak benar.”
Dengan demikian, tren informasi viral di kalangan milenial memang menarik untuk dibahas. Namun, penting bagi mereka untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang sedang viral agar tidak terjebak dalam informasi palsu atau hoaks. Semoga generasi milenial dapat menjadi agen perubahan yang positif melalui informasi-informasi yang mereka bagikan di media sosial.
