Membangun kesadaran akan informasi di kalangan masyarakat merupakan langkah penting dalam era informasi yang begitu cepat dan luas. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali dibanjiri dengan informasi dari berbagai sumber, baik itu media sosial, internet, maupun media konvensional seperti koran dan televisi.
Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar, “Penting bagi masyarakat untuk memiliki kesadaran akan informasi yang diterima agar dapat memilah mana informasi yang benar dan mana yang tidak.” Hal ini sejalan dengan pendapat pakar komunikasi, Dr. Agus Sudibyo, yang menekankan pentingnya literasi informasi di kalangan masyarakat.
Namun, sayangnya masih banyak masyarakat yang kurang aware terhadap pentingnya memilah informasi yang diterima. Banyak yang langsung percaya dan menyebarkan informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Hal ini dapat berdampak buruk, seperti tersebarnya berita palsu atau hoaks yang dapat menimbulkan kekacauan dan konflik di masyarakat.
Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran akan informasi di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah dengan memberikan edukasi tentang literasi informasi, yaitu kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi dengan baik. Dengan literasi informasi, masyarakat akan lebih kritis dalam menyaring informasi yang diterima.
Sebagai contoh, Budi, seorang ibu rumah tangga, mengaku sering kali terjebak dengan berita hoaks yang beredar di grup WhatsApp. Namun, setelah mengikuti pelatihan literasi informasi yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat, Budi menjadi lebih hati-hati dalam menyebarkan informasi dan selalu melakukan cross-check sebelum mempercayainya.
Dengan demikian, membangun kesadaran akan informasi di kalangan masyarakat bukanlah hal yang mustahil. Melalui pendekatan edukasi dan pelatihan, diharapkan masyarakat dapat menjadi lebih cerdas dalam menyikapi informasi yang diterima. Sebagaimana dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, “Masyarakat yang cerdas akan mampu melindungi dirinya dari informasi yang menyesatkan.” Semoga dengan kesadaran informasi yang tinggi, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berbudaya.
